by

Pengertian Riba dan Macam- macam Jenisnya

-Umum-37 views

Pengertian Riba dalam perdagangan dan aktivitas keuangan

“Apa Riba bisa timbul akibat transaksi jual beli atau perdagangan?”
“Apa hanya Islam satu-satunya agam yang menentang riba?”

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, ada baiknya kita cari tahu dulu pengertian Riba.

Berdasarkan sumbernya, Riba terbagi menjadi dua:

1. Riba Dayun: Muncul dari utang piutang

2. Riba Bayun: Muncul dari transaksi jual beli

Riba Dayun sendiri terbagi lagi menjadi dua:

  • Riba Qardh yakni meminjami sesuatu atau uang dengan mensyaratkan bunga atau pengembalian lebih awal
  • Riba Jahiliyyah yakni mengenakan penalti pada saat terjadi keterlambatan pembayaran atau gagal bayar di tempo yang telah ditentukan

Riba Buyun juga terbagi menjadi dua macam:

  • Riba Fadhl yakni membarter komoditas yang sama secara kualitas, tapi jumlahnya berbeda
  • RIba Nasiah yakni membarter komuditas yang sama dengan kualitas dan jumlah yang sama, tapi di waktu yang berbeda

Dari jenis-jenis Riba yang disebutkan di atas, sebenarnya ada satu lagi jenis riba. Namanya Riba Yad. Riba ini terjadi karena tidak ada kejelasan dan ketegasan mengenai harga pembayaran. Riba ini terjadi apabila transaksi dilakukan dengan penyerahan barang secara tunai atau tunda namun tak ada kejelasan.

Jadi, mudah-mudahan setelah membaca artikel tentang Riba kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini ya!

“Apakah Riba bila 1 kilogram beras ditukar dengan 1 kilogram beras di tempat dan waktu yang sama?”

“Bagaimana bila 1kg beras ditukar dengan 2kg beras di tempat dan hari yang sama?”

“Apakah riba bila 1kg beras ditukar dengan 1kg beras tapi 30 hari kemudian?”

“Apakah termasuk riba bila USD1000 ditukarkan dengan 100gr emas di waktu dan tempat yang sama?”

Hutang merupakan pemberian sesuatu (harta) yang menjadi hak milik seseorang (pemberi pinjaman) kepada seseorang (peminjam) dengan perjanjian bahwa dikemudian hari pinjaman tersebut akan dikembalikan dalam jumlah yang sama. 

Syariat islam membolehkan adanya hutang-piutang, bahkan memberikan hutang atau pinjaman sangat dianjurkan terutama kepada mereka yang sedang membutuhkan, dan itu akan dapat mendatangkan pahala bagi yang memberikan pinjaman.

Tapi, berhati-hati ya bila ingin memberikan bantuan berupa hutang kepada teman atau keluarga. Jangan sampai hutang menjadi pemisah tali silaturahmi. Jangan lupa memperhatikan syarat 5C di dalam pemberian kredit.

Salah satunya adalah “Character”. So, daripada runyam, perhatikan karakter orang yang akan diberi pinjaman, untuk keperluan apa, benar-benar kebutuhan mendesak dan butuh bantuan atau hanya sekedar memenuhi kebetuhan tersier. Jangan sampai awalnya ingin membantu, malah menambah dosa riba ya!

Comment

News Feed